DAERAH

KORBAN LUKA BAKAR TERBENGKALAI TIGA TAHUN

HARIANTERBIT.CO – Menderita akibat luka bakar di tubuhnya yang nyaris mencapai 100 persen, membuat Suyadi (46), warga RT 05 RW 026, Bakti Jaya, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, kini tak lagi bisa melakukan aktivitas. Jangankan untuk mencari nafkah bagi keluarganya, melakukan aktivitas di dalam rumah, seperti mengambil makan dan minum pun tak bisa ia lakukan.

Kondisi itu telah dirasakan Suyadi dalam tiga tahun terakhir, tepatnya sejak bengkel motor satu-satunya yang ia jadikan tumpuan dalam menafkahi anak istrinya, hangus dilalap si jago merah.

“Kejadiannya begitu cepat. Bensin yang dibawa adik saya menyambar api, waktu saya lagi nambal ban,” ujar Suyadi lirih, saat ditemui di rumahnya, Selasa (31/1).

Suyadi (46), warga RT 05 RW 026, Bakti Jaya, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, korban luka bakar karena tersiram bensin yang tersulut api, saat dipindahkan ke tandu yang selanjutnya dibawa ke RSUD Kota Depok, untuk mendapat penanganan medis secara maksimal.
Suyadi (46), warga RT 05 RW 026, Bakti Jaya, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat, korban luka bakar karena tersiram bensin yang tersulut api, saat dipindahkan ke tandu yang selanjutnya dibawa ke RSUD Kota Depok, untuk mendapat penanganan medis secara maksimal.

Suyadi pun melanjutkan kisah naas tiga tahun yang dialaminya itu. Kebakaran yang melanda bengkelnya, menurut Suyadi, terjadi akibat wadah berisi bensin yang dibawa sang adik, dalam kondisi terbuka. Bensin yang tumpah ke lantai bengkel tak disadari mengalir ke arah api yang sedang digunakan Suyadi untuk menambal ban.

“Saat itu sudah ada kobaran api. Karena panik, adik saya membawa keluar bensin yang masih tersisa di dalam wadah untuk dibuang ke jalan. Belum sempat dibawa keluar, bensinnya itu nyiram ke saya, api langsung membakar badan saya dalam waktu yang sangat cepat,” tutur Suyadi.

Mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya, Suyadi pun berupaya menjalani pengobatan di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta. Di rumah sakit itu, Suyadi pun menjalani pengobatan hingga pemulihan selama tiga bulan.

“Karena begitu-begitu aja, saya pulang ke rumah. Yah, ngobatin sakit seadanya. Kalau lagi punya duit, ya saya berobat ke rumah sakit. Tapi ya masih begini aja kondisinya,” lanjut Suyadi.

Lama tak berobat ke rumah sakit membuat kondisi luka bakar Suyadi makin parah. Meski sudah mengering, namun beberapa bagian sendinya, seperti di tangan dan kaki, menempel dengan kulit, hingga Suyadi pun tak bisa menggerakkan anggota tubuhnya secara maksimal. Kakinya pun tak bisa diluruskan, hingga membuat Suyadi tak bisa berjalan.

Beruntung kondisi yang dialami Suyadi ini mendapat perhatian dari warga sekitar rumahnya. Pihak DPD Partai Golkar Kota Depok yang mendengar kabar tentang kondisi Suyadi, melakukan upaya bagi kesembuhan ayah satu anak ini.

“Langkah selanjutnya adalah bahwa pasien ini butuh penanganan medis. Kita sebagai orang-orang yang peduli, kita akan menjembatani pasien ke tempat medis,” ujar dr Farabi A Rafiq, ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, usai mengunjungi Suyadi di rumahnya, Selasa (31/1) siang.

Farabi menilai, tidak maksimalnya penanganan medis terhadap Suyadi ini disebabkan karena miskomunikasi.

“Beliau mungkin tidak punya biaya untuk menuju ke rumah sakit. Karenanya, di sini kami ingin membantu Pak Suyadi agar mendapat penanganan medis, sehingga beliau bisa pulih lagi,” tutur Farabi kepada para wartawan.

Farabi berjanji, ia bersama jajaran DPD Partai Golkar Kota Depok akan melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap jalannya proses penanganan medis Suyadi selama di rumah sakit.

“Jangan sampai beliau keluar dari medis. Kalau keluar dari medis kita akan dampingi bagaimanapun caranya. Beliau juga kan pasien BPJS, kami berharap BPJS ini difungsikan secara maksimal,” tegas Farabi.

Usai mendapat kunjungan dari warga yang peduli dan juga pengurus DPD Partai Golkar Kota Depok, Suyadi pun dibawa ke RSUD Kota Depok. Suyadi dibawa dengan tandu menuju ambulan, untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit tersebut. (arya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *