DAERAH

KECEWA, PANWASLU BUSEL BELUM TEMUKAN PELANGGARAN KTP BUDIMAN

HARIANTERBIT.CO – Gafaruddin, tokoh pemekaran Buton Selatan (Busel) sangat aktif dalam menyuarakan kebenaran dalam Pemiihan Kepala Daerah (Pilkada) Busel. Dimulai dari pria berjambang  tebal ini bicara di media, hingga demo ke DPRD dan terakhir ke KPU Buton Selatan.

“Ini bukan masalah mendukung siapa, tapi lebih dari itu kita ingin kebenaran ditegakkan. Busel baru mekar. Dan kita harus mulai dari pondasi kejujuran. Kejujuranlah yang akan membawa  Busel ini maju. Saya kecewa pilkada di Busel ini dilaksanakan dengan tipu daya, ambil hak orang dan halalkan segala cara,” kata Gafarddin, Sabtu (28/1), mengekspresikan kekecewaannya setelah bicara di hadapan Komisioner KPU, Rabu (25/1) lalu, bersama-sama para pemuda Busoa yang tergabung dalam Front Masyarakat dan Pemuda Busoa, Batauga.

Pada 10 Agustus 2016, setelah upload 6.153 KTP dan menyerahkan B1.KWK serta lampirannya,  BudiMan oleh KPU Busel dinyatakan Memenuhi Syarat (MS), dan diminta pulang oleh Ketua KPU Busel disaksikan seluruh Komisioner KPU Busel.  Dua hari kemudian dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Tentu saja, Gafaruddin dan para pengumpul KTP lainnya di seluruh Busel tidak habis bertanya-tanya.

Tokoh pemekaran Buton Selatan, Gafaruddin, meminta kepada KPU Busel terbuka atas kenyataan KTP BudiMan telah dipakailoloskan bakal calon independen lain, Sabtu (28/1).
Tokoh pemekaran Buton Selatan, Gafaruddin, meminta kepada KPU Busel terbuka atas kenyataan KTP BudiMan telah dipakailoloskan bakal calon independen lain pada Rabu (25/1) lalu.

Terbukti kemudian, KTP BudiMan yang diserahkan ke KPU, telah berpindah tangan ke bakal calon (balon) independen lain. “Dan balon yang ditolak 3.000 lebih warga tersebut atau hampir 50 persen KTP yang diserahkannya ke KPU, lolos menjadi peserta Pilkada Busel. “Ini kenyataan yang sangat menyakitkan,” ujarnya.

Di hadapan Ketua KPU Masrizal Masud dan dua komisioner lainnya yang menghadapinya, Gafaruddin minta kebenaran ditegakkan dan jika tidak, sampai kapan pun akan menuntut hingga kebenaran dan keadilan itu terpenuhi.

“Panwaslu Busel juga secara tertulis telah berjanji kepada masyarakat pengadu KTP digunakan oleh balon independen lain, untuk  mejadikan laporan mereka sebagai titik awal penyelidikan. Sampai hari ini setelah dua bulan, Panwaslu Busel belum juga ada tanda-tanda menemukan pelanggaran,” ungkap Gafaruddin geram.

Sementara masyarakat yang mengadu KTP mereka telah berpindah ke balon independen lain makin banyak dari hari ke hari. “Padahal caranya gampang sekali, periksa saja B1.KWK BudiMan sandingkan dengan B1.KWK yang disetor oleh Agus Salim-La Ode Agus, terutama data verifikasi faktual kedua. Apa kerjanya Jumadi (ketua Panwaslu Busel-red) itu?” tandas Gafaruddin mempertanyakan.

BudiMan adalah pasangan putra daerah yang diharapkan masyarakat bisa bertarung di Pilkada Busel. Ir La Ode Budi Utama, lahir di Majapahit-Batauga adalah cucunya Yarona Wawoangi putra dari La Ode M Sahihu, camat pertama Distrik Batauga. Sedangkan Ir Abdul Manan, adalah tokoh dari Kepulauan yang telah berkiprah banyak secara sosial di masyarakat dan berjasa langsung dalam pemekaran Kecamatan Siompu ataupun pemekaran Buton Selatan. (*/dade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *