DAERAH

GMP-BUSEL PERTANYAKAN AGUS SALIM-LA ODE AGUS BELUM DIPERIKSA POLISI

HARIANTERBIT.CO – Pemilihan kepala daerah (pilkada) dipercaya hasilnya jika penyelenggaraannya terlaksana jujur. Dugaan telah berpindahnya KTP pendukung Ir La Ode Budi Utama-Ir La Ode Abdul Manan (BudiMan) yang ada di Kantor KPU Busel ke bakal calon (balon) independen lain secara merata dikeluhkan masyarakat Buton Selatan (Busel). Keluhan tekait hal ini, terjadi di mana-mana di Busel.

“Pada verifikasi faktual pertama balon Agus Salim dan La Ode Agus ditolak 3.000-an masyarakat, hampir 50 persen KTP yang diserahkan yang bersangkutan,” kata Ketua Umum GMP-Buton Selatan (Gerakan Masyarakat Perubahan-Buton Selatan) Usman Pamungkas, saat berorasi di depan Polres Pasarwajo, Jumat (27/1).

Lebih lanjut, Agus Salim-La Ode Agus harus menyerahkan 4.700 KTP dalam waktu selang lima hari setelah diumumkan verifikasi faktual. KPU Busel menyatakan, yang bersangkutan bisa memenuhi jumlah kekurangan 4.700 KTP tersebut.

“Bagaimana ini mungkin, mendapatkan 3.000 KTP saja, diperlukan waktu satu tahun lebih. Dari mana saja 4.700 KTP ini didapat dalam lima hari?” kata Usman mempertanyakan.

Mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam GMP-Busel (Gerakan Masyarakat Perubahan-Buton Selatan) berdemo di depan Polres Pasarwajo. Dalam orasinnya, GMP-Busel mempertanyakan balon Agus Salim-La Ode Agus dalam kasus berpindahnya suara dukungan di KPU Busel.
Mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam GMP-Busel (Gerakan Masyarakat Perubahan-Buton Selatan) berdemo di depan Polres Pasarwajo. Dalam orasinnya, GMP-Busel mempertanyakan balon Agus Salim-La Ode Agus dalam kasus berpindahnya suara dukungan di KPU Busel.

Masyarakat Buton Selatan curiga, B1.KWK BudiMan yang ada di KPU Busel, telah ada yang menyerahkannya kepada Agus Salim-La Ode Agus.  Indikasinya, bahkan istri dan anak Abdul Manan telah dinyatakan menyerahkan KTP kepada Agus Salim-La Ode Agus.

Telah ada pernyataan dari masyarakat, dan sudah ada administrasi dari 400 pernyataan itu, siap bersaksi bahwa mereka hanya menyerahkan KTP kepada BudiMan, dan tidak pernah memberikan KTP kepada balon independen lain.

“Warga di Desa Lamaninggara, Katampe dan Molona sangat kaget saat diverifikasi, karena mereka belum pernah bertemu tim Agus Salim-La Ode Agus, apalagi kandidatnya. Di sini tidak ada timnya. Di sini independen itu tidak pernah datang. Masak saya pengumpul KTP BudiMan, keluarga saya, bahkan warga yang KTP-nya saya kumpulkan, ditanya apa mendukung Agus Salim-La Ode Agus,” kata seorang warga Siompu Barat, La Ode Hamsale, merasa heran.

Warga sudah meminta agar La Ode Budi bisa melaporkan ini ke Penegak Hukum Terpadu (Gakkumdu), dan selanjutnya melapor ke Polres Pasarwajo. Empat warga sudah diperiksa oleh Polres Pasarwajo yakni, La Hadi-Katilombu, La Ode Hamsale dan La Ode Kanana dari Siompu, dan Gafaruddin dari Batauga. Empat warga ini telah memberikan kesaksian yang sama, dan harapan kecurangan ini dapat disidik dan ditetapkan tersangka bagi yang bersalah.

Sementara itu, Ismail Angi dan Masrizal Masud, komisioner KPU sudah diperiksa. “Tapi kenapa Agus Salim dan La Ode Agus, belum juga diperiksa? Dan kapan gelar perkara pidananya, ini yang kami pertanyakan ke Polres Pasarwajo. Jangan biarkan Pilkada Busel dijalankan penuh kecurangan,” demikian Usman.

Pada kesempatan itu, GMP-Buton Selatan dalam pernyataannya, meminta polisi agar pemeriksaan segera dituntaskan dan diadakan gelar perkara.  Harapan pendemo untuk mendapatkan keterangan dari Kasatreskrim, karena tidak ada di tempat.

“Anda akan dikontak dan akan disampaikan keterangan, kalau Kasatreskrim masuk kantor.  Hari ini beliau di luar kantor,” dijelaskan Polisi Pasarwajo yang menerima para pendemo.

Usman Pamungkas menambahkan, usai berorasi di depan Polres Pasarwajo, para pendemo bubar dengan tertib setelah mendapatkan janji tersebut. (*/dade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *