BISNIS

SINERGI PELAKU TELKO DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI DAN DAYA SAING EKONOMI INDONESIA

HARIANTERBIT.CO – Indonesia Technology Forum (ITF) menggelar seminar awal tahun 2017 ini, diharapkan bisa mengambil benang merah akan pentingnya sinergi para pelaku industri telekomunikasi dalam upaya peningkatan efisiensi dan daya saing ekonomi Indonesia.

“Hal ini tentunya sejalan dengan nawacita pemerintahan Bapak Jokowi-JK di sekitar ICT (Information Communication Technology). Keseriusan pemerintah Jokowi-JK dalam pengembangan ekonomi digital pada serangkaian paket kebijakan ekonomi yang mendukung sasaran tersebut,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, saat acara seminar ITF 2017 bertemakan “Indonesia Digital Economy Forecast 2017: Sinergi Pelaku Industri Telko untuk Peningkatan Efisiensi dan Daya Saing Ekonomi Indonesia”, di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (19/1).

Seminar Indonesia Technology Forum (ITF) Awal Tahun 2017, menghadirkan pembicara Menkominfo Rudi Rudiantara, KPPU M Syarkawi Rauf, Anggota Wantiknas (Dewan TIK Nasional) Garuda Sugardo, Wakil CEO Hutchison 3 Indonesia (Tri) sekaligus sekjen ATSI Dany Buldansyah, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio, dan Direktur Mastel Institute Nonot Harsono, di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (19/1).
Seminar Indonesia Technology Forum (ITF) Awal Tahun 2017, menghadirkan pembicara Menkominfo Rudi Rudiantara, KPPU M Syarkawi Rauf, Anggota Wantiknas (Dewan TIK Nasional) Garuda Sugardo, Wakil CEO Hutchison 3 Indonesia (Tri) sekaligus sekjen ATSI Dany Buldansyah, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio, dan Direktur Mastel Institute Nonot Harsono, di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (19/1).

Seminar ITF Awal Tahun 2017 ini menghadirkan pembicara Menkominfo Rudi Rudiantara, KPPU M Syarkawi Rauf, Anggota Wantiknas (Dewan TIK Nasional) Garuda Sugardo, Wakil CEO Hutchison 3 Indonesia (Tri) sekaligus sekjen ATSI Dany Buldansyah, pengamat kebijakan publik Agus Pambagio, dan Direktur Mastel Institute Nonot Harsono.

Seperti pada kebijakan ekonomi XIV yang berisi tentang tentang peta jalan sistem perdagangan nasional berbasis elektronik dengan membangun pranata dan ekosistem perniagaan yang lebih efisien.

Dengan paket itu, pemerintah menargetkan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara pada 2020, mendorong inovasi, dan invenstasi kegiatan ekonomi baru di kalangan generasi muda, serta memberi kepastian dan kemudahan dalam pemanfaatan e-dagang.

Sejumlah langkah lain disiapkan seperti peningkatan kemampuan sumber daya manusia, mempermudah dan memperluas akses pendanaan, percepatan pembangunan infrastruktur komunikasi, dan keamanan siber untuk mencapai target penciptaan seribu technoprenuer baru.

“Langkah pemerintah ini, rupanya sejalan dengan laporan Global Conectivity Index 2016 yang melihat bahwa semua negara berlomba melakukan investasi jaringan pita lebar (broadband) baik secara kecepatan maupun layanan,” ujar Rudiantara

Dalam laporan tersebut juga disebutkan, keseimbangan pilar-pilar ekonomi menjadi pendukungan keberhasilan pengembangan teknologi dan komunikasi.

Rudiantara mengatakan, pilar-pilar ekonomi menjadi pendukung keberhasilan pengembangan teknologi dan komunikasi. Pilar-pilar itu di antaranya adalah pasokan (supply), permintaan (demand), pengalaman (experience), dan potensi (potential).

“Indonesia sendiri dinilai melakukan langkah besar dengan melakukan investasi lebih dari Rp400 triliun hingga akhir 2016 di sektor teknologi komunikasi dan informasi. Investasi itu lebih banyak untuk perangkat keras (hardware) dan didominasi oleh sektor media dan komunikasi. Investasi komunikasi dan informasi juga lintas industri meliputi layanan keuangan, keamanan, hingga asuransi,” papar Menkominfo. (*/dade/rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *