BISNIS

MENHUB TINJAU PROYEK LRT JABODETABEK

HARIANTERBIT.CO – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau lokasi proyek pembangunan kereta api ringan (light rail transit/LRT) di KM 13 Jalan Tol Jagorawi. Proyek LRT untuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) ini diserahkan pembangunannya kepada perusahaan BUMN, PT Adhi Karya (Persero).

“Proyek LRT ini merupakan satu dari delapan proyek infrastruktur pemerintah yang dipercepat proses pembangunannya oleh Presiden, dengan total panjang 82 kilometer,” kata Menteri, saat meninjau site project LRT KM 13 Tol Jagorawi, Minggu (8/1).

Menhub Budi Karya Sumadi dan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Buditjahjono, saat meninjau lokasi site project LRT KM 13 Tol Jagorawi.
Menhub Budi Karya Sumadi dan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Buditjahjono, saat meninjau lokasi site project LRT KM 13 Tol Jagorawi.

Hingga akhir 2016, pembangunan tahap pertama meliputi rute Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang, serta Cawang-Dukuh Atas dengan 18 stasiun dan panjang 42,1 kilometer, telah mencapai progres 17 persen, Bekasi Timur-Cawang sepanjang 17,1 km mencapai progres 12 persen, dan Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 km mencapai progres sekitar dua persen.

“Progres pengerjaannya di rute Cibubur-Cawang.  Jalur lintasan ini menggunakan teknologi U-Shape Girder yang panjangnya 30 meter, di mana dalam satu hari, akan ada dua U-Shape yang dipasang, dan dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu arus transportasi,” ujar Budhi Karya

Sementara itu, Direktur Utama Adhi Karya Budi Harto menjelaskan, PT Adhi Karya Tbk menargetkan progres pembangunan LRT Jabodetabek tahap pertama, dari Cibubur hingga dalam kota, bisa mencapai angka 40 persen sampai akhir tahun ini, guna mewujudkan hal ini, perseroan membutuhkan dana sekitar Rp 7 triliun.

“Sumber pembiayaan akan mengandalkan obligasi Rp2 triliun, yang segera diterbitkan perseroan paling lambat pertengahan tahun ini. Sisanya dari sindikasi bank-bank BUMN, dan kami talangi Rp5 triliun, dari pinjaman juga. Soalnya baru 2018 baru ada pembayaran yang besar dari pemerintah. Setelah April, akan ada obligasi berkelanjutan Rp2 triliun, mungkin tergantung kebutuhannya, ini sedang proses,” ungkap Budi Harto. (*/dade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *