DAERAH

WALI KOTA CIREBON AJAK PNS BEKERJA PROFESIONAL

HARIANTERBIT.CO – Tak ingin kecolongan lagi, Wali Kota Cirebon Drs Nasrudin Azis SH langsung mengajak seluruh pegawai PNS Kota Cirebon bekerja profesional. Wali Kota berharap agar seluruh ASN di Kota Cirebon bisa bekerja sungguh-sungguh. Sebab salah satu kejadian penangkapan oknum di Dinas Perhubungan (Dishub) oleh Satgas Saber Pungli saat operasi tangkap tangan (OTT) tentu membuat tamparan keras bagi pemerintahan Kota Cirebon.

Untuk itu, Wali Kota meminta semua PNS di lingkungan Pemkot Cirebon agar melakukan sosialisasi peraturan secara utuh, bukan hanya untuk dinas yang menangani retribusi, melainkan sampai tingkat kelurahan. Wali Kota meminta semua harus bekerja dengan baik dan tidak main-main dengan pungli, serta hal itu menjadi pelajaran yang tidak terulang baik di dinas maupun kelurahan.

Selain itu, lanjut Nasrudin Azis, setelah kemarin Kota Cirebon melalui oknum dinas perhubungannya terkena OTT Satgas Saber Pungli, dirinya mengaku meminta dan memohon jajaran PNS yang kebetulan bertugas di retribusi dan sebagainya untuk menyampaikan peraturan-peraturannya kepada masyarakat.

Nasrudin juga menyampaikan tarif-tarifnya kepada masyarakat yang ingin membayar. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang membuat PNS menjadi bermasalah. Atas kejadian tersebut, dirinya berharap kepada seluruh jajaran PNS di lingkungan Kota Cirebon yang bekerja di pungutan-pungutan atau retribusi mohon untuk menyampaikan harga sesuai dengan praturan daerahnya kepada masyarakat yang ingin membayar. Hal ini menjadi penting untuk menghindari terulangnya kejadian di salah satu dinas ke depannya.

“Saya mohon kepada PNS untuk berhati-hati dan melakukan pencegahan serta menyampaikan harga-harga yang sesuai dengan peraturan,” ujar Wali Kota.

Tidak hanya di dinas, kata Nasrudin, semuanya termasuk di kelurahan dan kecamatan, seperti membuat KTP atau KK tidak membayar, pihak dinas, kelurahan maupun kecamatan dibuat dan ditempel di loket-loket. Sehingga bisa mencegah terjadinya hal-hal yang menjadi masalah.

Oleh karena itu, pampangkan semua aturan-aturan di loket-loket, termasuk menyampaikan bahwa semua dilakukan kepada yang bersangkutan dan tidak kemudian menyuruh orang atau calo yang pada akhirnya nanti terjadi pembengkakan-pembengkakan biaya yang sebenarnya tidak perlu ada biayanya. Jadi, ini semua harus diperhatikan dan harus ada kesadaran semuanya.

“Jangan main-main dan harus sesuai aturan. Ini tidak hanya di dinas saja, melainkan sampai ke kelurahan juga. Ini serius dan tidak boleh terulang lagi,” tandasnya. (nurudin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *