KASUS

KINERJA DENSUS 88 DIAKUI DUNIA INTERNASIONAL

HARIANTERBIT.CO – Gerak cepat Densus 88 AT Polri berhasil mengendus rencana pemboman di ibukota pada saat malam Natal dan Tahun Baru yang baru lalu sangat membanggakan. Dunia internasional pun mengapresiasi kinerja Densus sebagai pasukan anti teror terbaik di dunia. Sayangnya, masih ada sebagian kelompok yang mencibir ketulusan anggota Densus melindungi masyarakat banyak.

Secara umum jumlah Porsonil polisi terbatas, karena kerja keras, berintegritas dan dengan terus berbenah diri, menerima masukan dan kriti, menjadi polisi yg Profesional, Modern dan Terpercaya ( Promoter).

Alhamdulillah hasilnya membanggakan dan masyarakat merasa aman, oleh karenanya kami dari Rumah Kamnas yang sangat peduli dengan rasa aman dan nyaman demi terjaganya NKRI, sangat apresiasi atas prestasi dan kinerja Polri di tahun 2016, semoga lebih baik lagi di tahun 2017. “Kita harus bangga dengan pasukan Densus 88, yang mencibir mungkin belum mengerti apalagi memahami, ” ungkap Maksum Zubair, ketua Rumah Kamnas pada wartawan, Senin(02/01)

Maksum juga mengapresiasi kinerja anggora Reserse Polri. Dimana dipenghujung tahun 2016, dikejutkan oleh perampokan sadis, kasus 365 dan 338 KUHP yang mengakibatkan orang 6 orang meninggal, TKP, JL. Pulomas Utara no. 7A Rt. Kayuputih Pulogadung Jaktim.

Pada hari Selasa 27 Desember 2016 sekitar jam 09.25 wib saksi Sheila Putri, datang ke Pospol Kayuputih melaporkan terjadi perampokan di TKP. Piket Reskrim segera merapat ke lokasi dan ditemukan 11 korban didalam kamar mandi ukuran 1,5 m X 2 m dan posisi terkunci dari luar

Setelah pintu kamar mandi dibuka ternyata 6 orang sudah kondisi meninggal dan 5 orang masih hidup dan rawat di rumah sakit. Kerja keras polisi untuk menemukan para pelaku perampokan sadis di Jalan Pulomas Utara, Nomor 7A, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur akhirnya berbuah manis.

Penyidik Jatanras Polda Metro Jaya meringkus Ramlan Butarbutar dan Erwin Situmorang di sebuah kontrakan di daerah Rawa Lumbu, Bekasi, pada Rabu, 26 Desember 2016. Selanjutnya, polisi juga berhasil menangkap seorang tersangka lainnya bernama Alfins Bernius Sinaga.

Penangkapan tersebut bukan tanpa perlawanan. Sempat terjadi baku tembak antara Ramlan yang juga merupakan pimpinan dari komplotan perampok sadis dengan polisi. Namun keduanya berhasil dilumpuhkan dengan tubuh penuh luka tembak. Hingga akhirnya Ramlan Butarbutar menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit.

Pada hari Minggu tgl 01 Januari 2017 sekira jam : 07.45 wib di Pool Bus ALS ( Antar Lintas Sumatera ) jl. Sisingamangaraja Medan Sumatera Utara, di lakukan penangkapan terhadap pelaku yg lain an. Ridwan Sitorus alias Marihot Sitorus alias Pius Pane, lahir di Medan tgl 11 Nop 1971, agama Kristen, alamat kp. Banjaran Pucung Rt.002/007 Kel. Cilangkap Kec. Tapos Depok.

Penangkapan dipimpin oleh Resmob Metro Jaktim dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Sapta Maulana Marpaung, SH.SIK.

Polri Tak Butuh Sanjungan

Dalam keberhasilan itu, tentu polisi juga tidak memerlukan sanjungan. Karena semua sudah menjadi tugas polisi memberikan pelayanan dan membuat masyarakat aman. Dengan jiwa tribratanya, Polri selalu siap melayani dan mengayomi masyarakat.

Sekali lagi, tentu Polisi tidak pernah minta di apresiasi, di sanjung, dan di bela, tapi jangan juga kinerja polisi di nistakan. Kami prihatin masih ada oknum elit politik di negeri ini yang masih berkomentar tidak sepantasnya terhadap kinerja polri.

Polri tidak ada waktu untuk terlena dan mengenali prestasinya, tidak kenal dengan apa yg dinamakan pencitraan, karena dibenaknya hanya pengabdian untuk bangsa dan negara sebagai aparat penegak hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *