RENUNGAN

MERINDUKAN YANG SUDAH TIADA

HARIANTERBIT.CO – Di saat saat masih ada, sering bersama sama dengan kita, kesalahpahaman dibesar-besarkan dan mjd saling serang, saling membenci. Kebaikan di depan pelupuk mata, menutupi pengakuan dan penghargaan, kesalahan lebih dipentingkan. Kebencian ditaburkan, konflik menjadi kebanggaan. Menghujat, merusak, menganiaya hingga membunuh tega dilakukan.

Tatkala sudah tiada, jauh dr hidup kita munculah rasa rindu akan masa lalu, terbayanglah segala kebaikan, munculah puja-puji. Nasi sudah mjd bubur apa yg ditabur sdh melumat meluLuh lantakkan kebaikan.

Ketika damai menginginkan perang, saling serang, seakan berjaya dg berjuang. Penderitaan di mana mana, kebingungan mengembalikan, kebencian sudah menguasai. Harkat martabat manusia diluluh lantakkan, peradaban diganti dg kebiadaban. Ketentraman diusir dg kekacauan, keteraturan diganti dg pertikaian.

Ketika ada orang baik dimunculkan iri, dengki, fitnah, sumpah serapah. Demi sesuatu yg dianggap mengganggu kemapanan dan kenyamananya. Rasa gelisah tatkala yg basah dikeringkan. Muncul kemarahan tatkala keistimewaan dipangkasi.

Ilustrasi
Ilustrasi

Dihembus hembuskanlah rasa benci untk bs saling berkelahi. Para aktornya akan sesegera mungkin mencuci tangan. Berbenah untk selalu nampak suci, bersih dan dianggap baik dan benar. Topeng2 atas nama yg beragam dijajarkan sbg simbol kemunafikkan.

Ketika berantakan, korban berserakan, nyawa melayang, kemanusiaan disamakan dg binatang, peradaban diganti dg kebiadaban. Bingung mencari obatnya. Yang baik sdh disingkirkan. Yg hebat sdh dimatikan.

Siapa akan menyelesaikan? Mungkin sudah takdir demikian. Apakah ini suatu pembelajaran untk memahami arti kehidupan? Apakah orang 2 baik yg sudah dimatikan akan dirindukan lalu dijadikan pahlawan sbg obat di saat2 penuh kekecewaan dan keputusasaan ? Semoga tdk demikian. Penulis Chryshnanda DL. Kabidbin Gakkum Korlantas Polri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *