RENUNGAN

WIRO SABLENG, PENDEKAR 212

HARIANTERBIT.CO – Ceritera Silat Wiro Sableng 212 karya Bastian Tito, sarat dengan imajinasi yang luar biasa menggambarkan kesaktianya. Kapak Naga Geni dengan nomer register 212 menjadi ikon sang pendekar. Wiro Sableng rela menato 212 sebagai tanda bahwa ia sang pendekar yang sakti mandra guna. 212 menjadi suatu ikon kehebatan Wiro yang kocak, lugu bahkan terkenal sableng.

Sableng ini menunjukkan ketidak laziman yang dilakukan sebagai pendekar. Sang pendekar yg biasanya berwibawa, serius, semua dijungkirbalikkan oleh si Wiro. Ia sangat lugu bahkan terkesan serampangan dalam mengeluarkan jurus-2 andalanya.

Bahkan tatkala bertempur sekalipun ia dengan gaya guyonan/ bercanda sambil menggaruk garuk badanya ålå munyuk ( bedhes bandhulan). Sang lawan terkecoh dan bingung menghadapinya. Jurus2nya bagai dewa mabok tak terdeteksi lawanya.

212 menjadi keramat tatkala membawa manfaat. Bisa menjadi duka, dan petaka maka 212 bisa saja pendekarnya berbeda. Berbeda spirit dan pengabdianya kepada banyak orang bahkan mungkin kepentingan2nya. 212 lambang ketulusan, kerendahatian, kemanfaatan, welas asih, membela kebenaran dan keadilan, kejujuran bahkan kemanusiaan, itulah ikon kesaktian sang pedekar.

Mungkinkah ikon 212 dimanipulasi, dicatut nama baiknya, diselewengkan ketulusanya, ditunggangi kepentingan 2 pribadi / golongan, dijadikan penabur kebencian, dijadikan ajang menang2-an, pemaksaan, kekerasan bahkan anti kemanusiaan? Bs saja terjadi.

Semoga 212 tetap menjadi ikon sang pendekar sakti mandraguna yg membawa manfaat, Berkat bagi meningkatnya harkat dan martabat manusia. ‎Penulis Chryshnanda DL. Kabidbin Gakkum Korlantas Polri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *