PERISTIWA

BMKG: GEMPA DI BEKASI TIDAK MEMBAHAYAKAN

HARIANTERBIT.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan tentang gempa yang dirasakan masyarakat di Bekasi, Jawa Barat. Menurut BMKG, kedalaman menengah, yang hiposenternya jauh di bawah permukaan bumi, dan gempa seperti ini tidak membahayakan.

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, jejaring monitoring gempa bumi BMKG memang mencatat adanya aktivitas gempa bumi tektonik dengan episenter di wilayah Bekasi, dari analisis BMKG menunjukkan gempa itu terjadi pada pukul 12.31 WIB.

“Episenter gempa ini terletak di darat, tepatnya pada jarak 10 kilometer arah timur laut Kota Bekasi,” ujar Daryono, di Kantor BMKG, Jl Angkasa I, No 2 Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (25/11).

Kedalaman hiposenter gempa bumi Bekasi adalah 246 kilometer, dan kekuatannya hanya M=4,8 ini,  termasuk gempa ringan, yang tidak berdampak ke permukaan. Diketahui dalam ilmu gempa bumi, episenter merupakan titik pusat gempa di permukaan bumi, sementara itu jauh di bawah episenter terdapat hiposenter tempat terjadinya patahan batuan yang menjadi sumber getaran gempa.

Gempa ini terjadi akibat aktivitas penunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah Pulau Jawa, karena letak tersebut seluruhnya merupakan zona sumber gempa lahur tunjaman lempeng kedalaman menengah. Dari arah selatan, lempeng Indo-Australia mulai menunjam di Samudera Hindia, lajur tunjaman ini semakin ke utara semakin dalam.

“Tepat di bawah Bekasi lajur tunjaman berada di kedalaman sekitar 240 kilometer, di kedalaman itulah, gempa Bekasi terjadi tadi siang. Aktivitas gempa kedalaman menengah, merupakan hal wajar dan fenomena alam biasa, dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” jelas Daryono.

Adapun hasil monitoring BMKG hingga malam ini tidak terjadi gempa bumi susulan, karena itulah meminta kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Karena itu, masyarakat Jabodetabek diminta tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tutup Daryono. (dade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *