BISNIS

LSF MENITI PERJALANAN PANJANG 100 TAHUN

HARIANTERBIT.CO – Lembaga Sensor Film (LSF) sengaja melaksanakan acara puncak peringatan baru pada bulan ini, karena kami ingin mengisi sepanjang tahun 2016 dengan rangkaian kegiatan dalam rangka lebih memaknai nilai pentingnya peringatan itu sendiri.

Perjalanan panjang, 100 Tahun Sensor Film di Indonesia, sesungguhnya menyiratkan sisi lain nilai strategisnya film dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Sebagai sebuah karya seni budaya, film memiliki peran penting dalam peningkatan ketahanan budaya bangsa dan kesejahteraan masyarakat lahir dan batin,” kata Ketua Lembaga Sensor Film, Ahmad Yani Basuki, Saat Peringatan 100 Tahun Sensor Film dan Peluncuran Buku “Bunga Rampai 100 Tahun Sensor Film di Indonesia, Jumat (18/11) malam.

Sebagai media komunikasi massa, film merupakan sarana pencerdasan kehidupan bangsa, pengembangan potensi diri, pembinaan akhlak mulia, pemajuan kesejahteraan, serta wahana promosi Indonesia di dunia internasional. Dalam era globalisasi film dapat digunakan sebagai alat penetrasi kebudayaaan yang perlu menjadi perhatian bersama.

“Oleh karena kehadiran negara dan sinergitas stakeholders perfilman merupakan sebuah keniscayaan dalam bersama-sama membangun dan mengembangkan perfilman nasional. Refleksi historis dari perjalanan seratus tahun sensor film, menggambarkan dan sekaligus mewariskan pelajaran penting dalam pelaksanaan tugas sensor film,” ujarnya.

Penetapan Ordonansi Film Tahun 1916, Staatblad van Nederland Indie, Nomor 276, tanggal 18 Maret 1916 oleh Pemerintahan Hindia Belanda, merupakan sejarah diawali kebijakan penerapan sensor film di Indonesia. Pergantian dari masa Pemerintah Hindia Belanda ke Pemerintahan Penduduk Jepang (1942-1945) diikuti pula dengan perubahan arah kebijakan sensor.

“Sejak berakhirnya masa pemerintah Penduduk Jepang, secara berlanjut terjadi perubahan dari Masa peralihan 1945-1950, Masa Pengawasan Film 1950-1966, Masa Badan Sensor Film 1966-1992 dan Masa Lembaga Sensor Film sejak sampai saat ini. Nilai mendasarkan yang dapat digali dari perjalanan panjang 100 Tahun Sensor Film di Indonesia disamping menegaskan nilai strategisnya film dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah, juga Negara senantiasa hadir dalam masalah perfilman,” ungkap Ahmad. (dade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *