DAERAH

AKIBAT TIDAK BERFUNGSI MAKSIMAL, BENDUNGAN PLAYANGAN SIAP DIPERBAIKI

HARIANTERBIT.CO – Kementerian Pekerjaan Umum pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCC) berencana melakukan perbaikan, pembangunan bendungan Sungai Tersana yang berada di Desa Playangan, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon pada 2017, yang saat ini kondisinya tidak berfungsi secara maksimal serta mengalami kerusakan.

Hal tersebut disampaikan Kepala BBWSCC Mohamad Majid saat melakukan peninjauan bendungan dan muara Sungai Tersana bersama anggota Komisi V DPR-RI, Yoseph Umar Hadi, Sabtu (12/11).

Kepala BBWSCC Mohamad Majid saat melakukan peninjauan bendungan dan muara Sungai Tersana bersama anggota Komisi V DPR-RI, Yoseph Umar Hadi, Sabtu (12/11).
Kepala BBWSCC Mohamad Majid saat melakukan peninjauan bendungan dan muara Sungai Tersana bersama anggota Komisi V DPR-RI, Yoseph Umar Hadi, Sabtu (12/11).

Kuwu Desa Playangan Absori memaparkan, kondisi bendungan Sungai Tersana yang berada di desanya, sangat vital dibutuhkan untuk keperluan pengairan sawah para petani yang ada di Desa Playangan dan sekitarnya, bendungan tersebut selain berfungsi menahan air laut jika mengalami pasang, juga untuk mengatur arus sungai bila terjadi banjir kiriman dari hulu sungai, tetapi beberapa tahun belakangan tidak berfungsi secara maksimal, selain kondisi pintu air bocor, beberapa pintu lainnya mengalami kemacetan yang tidak bisa berfungsi normal.

“Bendungan ini sangat besar fungsinya untuk pengairan sawah warga, tetapi saat sungai meluap pintu bendungan rusak maka akan berdampak pada banjir di beberapa wilayah sepanjang sungai, seperti di Kecamatan Pabedilan, beberapa waktu lalu,” paparnya.

Anggota Komis V DPR-RI Yoseph Umar Hadi dalam kesempatan tersebut mengatakan, Bendungan Playangan kondisinya memerlukan untuk diperbaiki, mengingat fungsinya yang sangat besar, dan juga kondisi Sungai Tersana memang sudah sangat parah akibat berlarut-larut tak pernah ditangani.

“Kami upayakan untuk penanganan perbaikan bendungan dan juga pengerukan muara sungai, kasihan juga para nelayan setiap hari harus mendorong perahu mereka karena kondisi muara sungai yang dangkal,” paparnya.

Senada juga dikatakan Kepala BBWSCC Mohamad Majid, bahwa bendungan dan Sungai Tersana masuk pada skala prioritas mengingat bersentuhan langsung dengan pemukiman warga, lahan usaha seperti tambak dan sawah. Menurutnya pada anggaran 2017 mendatang, pihaknya akan memprioritaskan bendungan dan Sungai Tersana untuk perbaikan fungsi bendungan serta pengerukan muara sungai.

“Di tahun anggaran 2017 kita punya program untuk penanganan masalah ini,” terangnya. (nurudin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *