KISRUH

JADILAH PENYEJUK DI TENGAH MASYARAKAT

HARIANTERBIT.CO – Mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk bersikap tenang dan dewasa, dalam menyikapi persoalan dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh petahan Gubernur DKI Jakarta, demi menyelamatkan bangsa dan bernegara dari kehancuran dan perang saudara seperti di Timur Tengah.

Akhrom Saleh
Akhrom Saleh

“Persoalan hukum biarlah kita percayakan kepada kepolisian, agar polisi berjalan dengan profesionalitas, Polri harus tegak lurus memegang prinsip objektivitas penyeledikan, jangan terpengaruh dengan tekanan dari pihak mana pun, baik dari pemerintah ataupun masyarakat yang berdemo 4 November, katakan benar adalah benar, katakan salah adalah salah. Toh polisi utamanya penyidik dilindungi undang-undang tidak dapat diintervensi oleh siapapun,” kata Juru Bicara Komite Rakyat Nasional (Kornas) Jokowi, Akhrom Saleh, di Jakarta, Selasa (8/11).

“Apa pun hasilnya mari kita terima dengan lapang dada, memang tentu sudah pasti hasilnya akan menimbulkan pro dan kontra, posisi Polri sedang serba salah, ibarat kata pepatah “Maju Kena Mundur Kena”, oleh karenanya mari kita secara bersama-sama menjadi penyejuk bagi masyarakat, tidak usah menjadi api yang terus menyulut amarah, karena sangat riskan bila kita masih mengobarkan api ditengah-tengah masyarakat,” sambung Akhrom.

Tulisan atau gambar yang isinya propokasi, dan kesimpulan benar salahnya Basuki Tjahaja Purnama dan sebagainya di media sosial sebenarnya membuat kondisi semakin tidak kondusif, hanya menimbulkan keresahan saja. Peranan media baik cetak, eletronik dan online dalam kondisi sekarang sangat dibutuhkan, demi menciptakan kondisi yang tentram dan damai.

“Coba kita bayangkan bila terjadi konflik horisontal kehidupan berbangsa dan bernegara akan terganggu dan tidak nyaman serta ekonomi menjadi lumpuh, pada akhirnya siapa yang rugi tentunya kita semua,” tandas Akhrom.

“Oleh karena itu, kami mengajak seluruh tokoh-tokoh pemuda, di seluruh Indonesia untuk turut serta aktif memberikan pencerahan kepada masyarakat, bahwa yang lebih penting adalah menyelamatkan negara dari perang saudara yang mengakibatkan kehancuran sebuah bangsa, serta NKRI adalah harga mati tidak dapat ditawar tawar lagi,” pungkasnya. (dade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *