KASUS

DHANI DINILAI HINA PRESIDEN SAAT ORASI DI DEPAN ISTANA

HARIANTERBIT.CO – Juru Bicara Komite Rakyat Nasional (Kornas) Jokowi, Akhrom Saleh menyampaikan, Ahmad Dhani telah menghina Presiden sebagai simbol negara di dalam orasi politiknya. Dhani telah melakukan tindak pidana, dengan menyampaikan kata-kata kasar terhadap Kepala Negara.

“Ahmad Dhani harus bertanggung jawab atas kata-katanya yang tidak terpuji, sebagai calon pemimpin, Ahmad Dhani tidak layak dipilih oleh masyarakat Kabupaten Bekasi,” ungkap Akhrom, di Jakarta, Minggu (6/11).

Akhrom Saleh
Akhrom Saleh

Akhrom lebih lanjut mengatakan, apalagi mengingat Dhani sebagai salah satu calon dari partai Islam, sungguh ironis bila orang seperti Dhani menjadi pemimpin, ditambah lagi Dhani gagal dalam berumah tangga.

“Anak jalanan saja mulutnya dapat dijaga, lah ini Ahmad Dhani seorang musisi yang menciptakan lagu-lagu yang penuh makna, justru tidak menggambarkan bahwa ia sebagai pencipta lagu romantis,” imbuh Akhrom

Akhrom menambahkan, Dhani ada baiknya disunat kembali, agar semakin dewasa dalam bertutur kata, toh sunat kan sebagai simbol bahwa seorang anak sudah masuk akil balig.

“Mungkin saja dengan disunat lagi, Dhani akan lembut dan santun dalam berbahasa serta tindakannya,” ujarnya.

Atas perbuatannya, Dhani harus mempertanggungjawabkan di hadapan hukum. Di negara ini tidak ada satu pun yang kebal hukum, apalagi Pak Susilo Bambang Yudhoyono pernah berkata demikian, “bahwa tidak ada satu orang pun yang kebal dengan hukum”.

“Tidak hanya sampai di situ saja, Dhani juga harus meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia secara tertulis dan lisan di hadapan publik serta memuatnya di media-media nasional,” pungkas Akhrom Saleh. (dade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *