DAERAH

CIREBON DILANDA KELANGKAAN GAS ELPIJI 3 KG

HARANTERBIT.CO – Entah rakyat harus bilang, kejadian seperti ini selalu kerap terjadi. Sepertinya pemerintah tak mau peduli, karena kejadian serupa terus berulang membuat warga Kota dan Kabupaten Cirebon sesak nafas dan meradang akibat hilangnya gas elpiji melon ukuran 3 kilogram.

“Sudah seminggu ini kami sulit mendapatkan gas elpiji 3 kg, sekalipun dapat harganya melangit hingga Rp25 ribu/elpiji,” tandas Ruswan, Senin (31/10).

Sejak pagi Rusman yang membawa tabung gas melon kosong sudah berputar-putar menelusuri jalan dan pertokoan, bahkan beberapa agen pun dikunjungi tapi tetap tak mengasilkan apa yang dibutuhkan. Ruswan yang tengah istirahat di sebuah warung kopi, hanya bisa mengelus dada dengan kondisi ini. Bahkan dari mulutnya keluar pernyataan jika pemerintah masih hanya membela pengusaha, sementara rakyat kecil yang selalu menjadi korbannya.

Bambang, warga Kabupaten Cirebon pun demikian, dengan nada kesal meminta agar pemerintah benar-benar melakukan pengawasan yang ketat, agar kelangkaan elpiji tidak menjadi masalah klasik.
“Kami ini rakyat kecil, kok selalu begini, sudah kembali ke minyak tanah saja, selain mudah dan murah, minyak tanah zaman Presdien Soeharto benar-benar membela rakyat kecil,” tandas Bambang.

Sementara itu, sejumlah pedagang gas melon ukuran 3 kg saat dikonfirmasi mengaku, pihaknya pun sangat kesulitan jika ada keterlambatan pengiriman. Pihaknya tidak tahu apa penyebab keterlambatan pengiriman gas berukuran 3 kg tesebut. Sehingga ketika datang langsung habis terjual.

Demikian juga menurut Karyadi, pedagang lainnya. Ia yang seluma menyetok gas melon 3 kg sebanyak 60 tabung dalam setiap pengiriman, saat ini dikirim hanya sebanyak 30 tabung elpiji saja.

“Saya tidak tahu mas, jadi kasihan juga kepada masyarakat, mereka harus mengejar-ngejar gas elpiji ukuran 3 kg, sedangkan tabungnya saja kadang sulit dtemukan dipasaran,” urai Karyadi. (nurudin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *