KASUS

BOMBASTIS, PERUSAHAAN TAMBANG BOMBANA RUGIKAN NEGARA RP134 MILIAR

HARIANTERBIT.CO – Berdasarkan hasil temuan dan analisa Pusat Kajian Tambang (Pukat) Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2010-2011, PT Panca Logam Makmur (PLM) di bawah pimpinan Tommy Jingga selaku direktur dan Fahlawi Mudjur Saleh Wahid selaku kabag administrasi dan keuangan perusahaan ditemukan adanya kerugian negara kurang lebih Rp134 miliar.

Rusdianto, direktur Litbang Pukat Sultra
Rusdianto, direktur Litbang Pukat Sultra

Kerugian negara ini diakibatkan karena adanya laporan fiktif hasil produksi emas PT PLM kepada pemerintah. Selama berproduksi di tahun 2010-2011. Perusahaan berhasil memproduksi emas kurang lebih 1,1 ton, dari hasil ini PT PLM hanya melaporkan hasil produksinya pada pemerintah kurang lebih 337 kg emas.

“Artinya ada sekitar kurang lebih 800 kg yang tidak dilaporkan atau dimanipulasi laporannya pada pemerintah,” kata Direktur Litbang Pukat Sultra Rusdianto, di Jakarta, Rabu (26/10).

Hasil produksi emas 1,1 ton tersebut menghasilkan nilai jual sebesar kurang lebih Rp467 miliar sesuai dengan harga yang berlaku pada tahun itu, dan karena PT PLM dikenakan kewajiban kepada negara yang terdiri dari PNBP 3,75 persen dan pajak badan 25 persen dari penghasilan kena pajak yang diduga belum disetorkan kepada negara, sehingga PT PLM di bawah kepemimpinan Tommy Jingga telah merugikan negara kurang lebih Rp134 miliar.

“Selain itu, kami juga menemukan adanya aliran dana hasil penjualan emas PT PLM tahun 2010-2011 yang mengalir ke rekening pribadi pemegang saham mayoritas di Surabaya sebesar Rp88 miliar,” ungkap Rusdianto.

Dari temuan ini, lanjut Rusdianto, Pukat Sultra berharap agar pemerintah bersikap tegas atas adanya temuan manipulasi hasil produksi emas PT PLM tahun 2010-2011 yang telah menimbulkan kerugian negara, khususnya masyarakat Bombana.

“Kepada yang berwenang agar proporsional dan tidak memihak kepada salah satu karena adanya konflik internal antarpemegang saham di PT PLM, sehingga keadilan hukum dapat tercapai untuk semua pihak,” pungkas Rusdinato. (dade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *