TNI

KOARMABAR TANGKAP DUA KIA BERBENDERA VIETNAM

HARIANTERBIT.CO – Komando Armada Republik Indonesia Kawasan Barat (Koarmabar) menangkap dua Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Vietnam di Perairan Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (14/10).

Menurut Panglima Koarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, kedua KIA tersebut ditangkap KRI Silaspapare-386 yang sedang melaksanakan patroli.

Panglima Koarmabar Laksamana Muda Aan Kurnia (dua kanan) didampingi Kepala Staf Koarmabar Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, Komandan Gugus Tempur Laut Koarmabar Laksamana Pertama TSNB Hutabarat dan Asisten Operasi Pengarmabar Kolonel Laut (P) I Gusti Kompiang Aribawa saat jumpa pers Koarmabar menangkap dua KIA berbendera Vietnam di Perairan Natuna, di Jakarta, Senin (17/10).
Panglima Koarmabar Laksamana Muda Aan Kurnia (dua kanan) didampingi Kepala Staf Koarmabar Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, Komandan Gugus Tempur Laut Koarmabar Laksamana Pertama TSNB Hutabarat dan Asisten Operasi Pengarmabar Kolonel Laut (P) I Gusti Kompiang Aribawa saat jumpa pers Koarmabar menangkap dua KIA berbendera Vietnam di Perairan Natuna, di Jakarta, Senin (17/10).

“Kedua kapal tersebut terdeteksi KRI Silaspapare-386 (KRI SRE-386) dan jarak sekitar 5,5 mil. Setelah didekati ternyata kedua kapal ikan asing berbendera Vietnam sedang menarik jaring trawi (pukat),” kata Aan di Aula Yos Sudarso, Mako Armabar, Jakarta Pusat, Senin (17/10).

Lebih lanjut Aan menuturkan, setelah dilakukan pemeriksaan diketahui dua kapal asing itu bernomor lambung BV 92764 TS berisi tiga orang anak buah kapal (ABK) dengan nakhoda Nguyen Tranh Van dan BV 92765 TS dengan jumlah ABK 12 orang dan dinakhodai Nguyen Van Nguyui.

“Kedua kapal itu diamankan KRI SRE-386 karena tidak dilengkapi dengan dokuman penangkapan ikan yang sah,” ujar Aan.

Selanjutnya, kata Aan, kedua kapal itu lalu dibawa ke Dermaga Posal Sabangmawang Lanal Ranai untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Aan mengakui, perairan Natuna memang seringkali menjadi lokasi kapal-kapal asing. Pasalnya, di perairan tersebut diketahui banyak ikan yang menjadi incaran kapal-kapal asing tersebut.

“Perairan Natuna memang seringkali menjadi lokasi kapal-kapal asing yang melakukan penangkapan ikan secara ilegal. Sehingga, di perairan tersebut membutuhkan pengawasan yang lebih intensif,” pungkasnya. (dade)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *