KASUS

LAKUKAN MALPRAKTEK, RS MH THAMRIN DILAPORKAN KE POLDA METRO JAYA

HARIANTERBIT.CO – Kepala Sekretariat Panwaslih, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara, Rusti Hutapea melapor ke polisi LP/3855/VII/2016/PMJ/Dit Reskrimum, atas kejadian yang dialaminya saat berobat ke RS MH Thamrin Internasional di Jalan Salemba Tengah. Rusti mengalami malpraktek, ketika operasi usus buntu.

Operasi usus buntu yang pertama kali dilaksanakan pada tanggal 2 Maret 2016, oleh dr Munandar Martawarda di RS MH Thamrin sebagai terlapor. Setelah mengalami operasi usus buntu, Rusti merasakan perutnya masih sakit.

Kemudian tanggal 4 Maret 2016, Rusti kembali menjalankan operasi kedua ternyata ususnya tersayat 2 cm (bocor). “Setelah selesai melakukan operasi usus buntu, pasien ingin ketemu pihak keluarga. Pasien merasa diberlakukan tidak manusiawi,” ujar Rusti di Jakarta, Kamis (8/9).

Akibat usus yang bocor, Rusti memakai colos tomy pemasangan kantong pembuangan tempat kotoran disebelah kanan bagian perutnya. Selama memakai colos tomy, Rusti merasa tidak nyaman.

Selanjutnya pada 15 Juni 2016, Rusti menjalankan operasi kembali untuk menyambung usus yang telah terpotong di RSPAD Gatot Subroto. Kini Rusti tidak memakai colos tomy lagi.

Pihak pasien meminta pertanggungjawaban kepada pihak RS MH Thamrin, atas kejadian yang dialami. Bila keluarga pasien minta ketemu sama pihak rumah sakit, selalu yang keluar pihak keamanan rumah sakit.

Sikap tidak bersahabat dari rumah sakit ini, sangat disesalkan oleh pihak pasien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *