PERISTIWA

PEMBOM GEREJA DI MEDAN MENGAKU DISURUH SESEORANG

HARIANTERBIT.CO – Di tengah umat Gereja Katolik Stasi Santo Yosep, Jalan Dr Mansyur, Medan, Sumut khidmat mendengarkan ceramah misa pagi itu, IAH,17, yang membawa ransel menerjang masuk tempat ibadah. Seketika itu juga suasana kebaktian yang hening menjadi gempar.

pembom muda yang mengaku disuruh seseorang
Pembom muda yang mengaku disuruh seseorang.

“Pastur dikejar, lalu kami berlarian, ada yang menangkap pelaku, sama melihat ada percikan api dari ransel yang digendongnya,” ungkap seorang umat menceritakan suasana pagi itu.

Kini, remaja berusia sekitar 17 tahun tersebut masih dirawat di sebuah rumah sakit dengan penjagaan ketat. Kepada polisi yang memeriksa, pelaku mengaku hanya suruhan seseorang yang belum dikenalnya.

“Pengakuannya disuruh seseorang yang baru ketemu di jalanan, sekarang masih kita dalami,” ungkap Karopenmas Polri Brigjen Agus Rianto di Jakarta, Minggu (28/8).

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso‎ menegaskan, IAH, ‎pelaku percobaan bom bunuh diri yang dilakukan di Gereja Katolik Stasi St. Yosep Medan‎ merupakan simpatisan dari kelompok teroris Islamic State in Iraq and Syria (ISIS).

Pria yang karib disapa Bang Yos ini memastikan, saat ditangkap pelaku memiliki atribut ISIS yang berada di sakunya berupa kertas yang bertuliskan kalimat I Love U kepada petinggi ISIS AL Baghdadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *