PERISTIWA

BOM MACET, PASTOR DAN UMAT GEREJA SELAMAT

HARIANTERBIT.CO – Penyebaran agama melalui media sosial yang diberikan tidak utuh sering membuat penafsiran sendiri dan menjadikan cikal bakal teroris. “Memahami agama tak utuh dan bias memicu tindakan intoleransi,” ungkap Benny dalam program Primetime News di Metro TV, Jakarta Barat, Minggu (28/8).

Pelaku bom di gereja yang ditangkap
Pelaku bom bubuh diri di gereja yang ditangkap.

Masyarakat harus mulai merapikan Indonesia dengan menganut nilai-nilai keberagaman dan multikultural. Dengan begitu, tindak intoleransi akan berkurang atau bahkan bisa benar-benar hilang.

“Jangan berpikir orang yang beda agama itu bahaya. Harus mulai belajar agama yang multikultural,” tandas Benny.

Sebelumnya, seorang remaja berinisial IAH, 17, mencoba meledakkan bom bunuh diri di rumah ibadah Santo Yosef, Jalan Dr Mansyur, Kota Medan, Sumatera Utara, namun gagal.

Sebelum meledakkan bom, IAH lebih dulu menyerang pemuka agama Albert S Pandingan yang sedang berkhotbah di depan mimbar. IAH menghampiri Albert sambil membawa sebilah pisau dapur dan menggendong bom yang dirakit dengan pipa kuning.

Albert terkena sabetan pisau di lengan kirinya. Namun, jemaat yang tengah beribadah langsung membekuk pelaku dan menyerahkannya ke polisi. Bom yang dibawa IAH tak sempat meledak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *