POLRI

PENGGUNA KARTU KREDIT PALSU BELI 13 TIKET PESAWAT DITANGKAP

HARIANTERBIT.CO – Subdit II Moneter dan Devisa (Fismondev) Direktorat Reserse Krimnal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial WCY (18), lantaran diduga membeli 13 tiket pesawat menggunakan kartu kredit palsu senilai Rp 111.177.170.

Kasubdit Fismondev Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Teguh Wibowo mengatakan, pelaku ditangkap di salah satu kantor jasa tour & travel di bilangan Jakarta Pusat, Minggu (7/8). Pelaku diduga membeli 13 tiket pesawat senilai Rp 111 juta, menggunakan kartu kredit palsu berisi data kartu kredit orang lain.

“Pengungkapan kasus berawal dari monitoring transaksi kartu kredit yang dilakukan tim gabungan Divisi Card Center Bank BCA dengan anggota polisi. Hasilnya, ditemukan transaksi mencurigakan sebesar Rp 111 juta, di salah satu kantor jasa tour & travel, di Jakarta Pusat,” ujar Teguh, Kamis (11/8).

Dikatakannya, tim gabungan kemudian langsung bergerak mendatangi kantor tour & travel tersebut. Sesampainya di sana, diketahui pelaku sedang melakukan perubahan jadwal tiket.

“Diduga tiket itu akan dijual lagi oleh pelaku. 13 tiket yang dibelinya antara lain penerbangan ke Jepang, Singapura, Malaysia, dan lainnya,” katanya.

Kemudian penyidik meminta pelaku menyerahkan kartu kredit yang digunakan untuk bertransaksi. Setelah diperiksa, terdapat perbedaan fisik kartu kredit, termasuk data transaksi yang tercatat di sistem Bank BCA.

“Kartu kredit palsu itu berisi data milik orang lain. Pelaku mengaku mendapatkan kartu kredit palsu itu dari temannya berinisial NY, di Malaysia,” ungkapnya.

Polisi berhasil menyita satu paspor, satu KTP, satu handphone, sembilan kartu kredit palsu, delapan print out tiket, delapan invoice dari Emerald Tour & Travel, 19 sales draft.

Pelaku dijerat Pasal 378 KUHP tentang Penipuan, dan atau Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan dengan hukuman penjara maksimal enam tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *