DAERAH

PENGGUSURAN KALIJODO GAGASAN TITO KARNAVIAN

HARIANTERBIT.CO – Pada sebuah acara dialog antar umat beragama di Kantor Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), Jakarta Pusat, Kamis (4/8). Tito menyampaikan bahwa penggusuran kawasan prostitusi Kalijodo ternyata bukan ide murni Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), melainkan gagasan darinya sebagai Kapolda Metro Jaya.

“Penggusuran Kalijodo itu kepentingan saya. Ada korban ketabrak oleh mobil yang pulang minum-minum dari Kalijodo, dari sana awalnya,” ujar Tito yang kini menjabat sebagai Kapolri.

Pernyataan ini terlontar saat Lius Sungkharisma dari Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi, menasihati Tito agar tidak tunduk pada Ahok. Lius juga menyinggung jika penggusuran di Kalijodo beberapa waktu lalu, Tito dijadikan sebagai alat oleh Ahok untuk kepentingannya sebagai gubernur DKI Jakarta.

Niat Tito menggusur Kalijodo langsung disambut Ahok. Namun, Ahok awalnya sempat ragu melakukan penggusuran Kalijodoh. Tito mengatakan, Ahok takut akan banyak perlawanan apalagi daerah itu jadi sarang para preman.

“Saya bilang ke Pak Ahok, nggak usah masuk. Biar kami yang main, kami perkirakan ada ratusan preman di sana, ya sudah kami turunkan 4.000 orang. Langsung penuh itu Kalijodo,” jelas Tito.

Tito menanyakan pada Ahok, setelah diratakan bakal dibuat apa. Ahok menjawab akan membangun taman dan RPTA. Tito girang bukan main, ia dapat dukungan dari eksekutif provinsi DKI Jakarta.

“Paling mudah menggusur lokalisasi, daripada pemukiman masyarakat. Di sana semuanya lengkap, ya prostitusinya, judinya, premanismenya, narkotikanya,” papar Tito.

Namun, Tito tak nyaman saat disebut memiliki hubungan mesra dengan Ahok. Menurut dia, hubungannya dengan Ahok adalah sebuah kewajiban sebagai petinggi di suatu daerah. Ia menyebutkan, jika hubungan baik dengan Ahok tak terjaga, sudah pasti Jakarta kacau balau. Semua petinggi harus saling dukung Polisi, TNI dan pemerintahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *