ISTRI SANTOSO MENYERAH KARENA KELAPARAN

Posted on

HARIANTERBIT.CO – Tak ada pesan khusus yang keluar dari mulut Santoso, tokoh Mujahidin yang ditempat pasukan Raider. Kepada istrinya Jumiatin alias Umi Delima, Santoso hanya mengatakan, lari… .cepat lari berlindung… Itulah kata akhir Santoso, sambil menahan sakit.

Sambil membawa senjata yang selalu menemani Santoso berada, istri kedua Santoso berlari menyelamatkan diri. Jumiatin alias Umi Delima, terpaksa membuang senjata suaminya dalam hutan karena kelelahan setelah beberapa hari lari melarikan diri pascatertembaknya Santoso.

Hingga Selasa (26/7) Umi Delima, kondisi istri kedua Santoso terus membaik
belum mendapat pemeriksaan formal. Ia dimintai keterangan baru sebatas wawancara. Kata akhir itu dikisahkan oleh istrinya saat ditanya petugas.

Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol Drs Rudy Sufahriadi Kepada wartawan, Rudy menjelaskan kronologis pelarian Umi Delima setelah Santoso tertembak pada Senin (18/7) petang. “Dalam kontak tembak, Santoso sempat jatuh di depan Delima. Sempat bicara sebentar lalu dia ambil senjata Santoso kemudian dia lari,” katanya.

Kapolda tidak menjelaskan jenis senjata yang dimaksud. Sementara satu pucuk senjata yang disita saat kontak senjata dengan Santoso adalah milik Mukhtar, yang tewas bersama Santoso dalam baku tembak di hutan Tambarana, Poso Pesisir.

Menurut Rudy, setelah beberapa hari dalam pelarian, Umi Delima akhirnya bertemu dengan pekerja kebun. “Dia ditanya. Ibu siapa? Dia mengaku istrinya Santoso,” katanya.

Pekerja kebun tersebut memastikan apakah Umi Delima membawa senjata dan bom atau tidak. “Dia hanya membawa pisau,” katanya.

Dari sanalah Umi Delima kemudian diantar ke aparat di salah satu Pos Satgas Operasi Tinombala terdekat. Dalam perjalanan tersebut, mereka bertemu lagi dengan petani yang kebetulan membawa bekal. Karena dalam kondisi lapar sekali, Umi Delima akhirnya diberi makan dari bekal petani itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *