HARIANTERBIT.CO – Menjelang hari raya Idul Fitri masyarakat banyak mudik ke kampung halaman yang merupakan tradisi masyarakat Indonesia. Merespons hal ini, Polda Metro Jaya menyiapkan sejumlah langkah agar situasi kondusif, sehingga masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, tertib dan khidmat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Awi Setiyono mengatakan sebanyak 6.984 personel dikerahkan melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Mereka disebar di sejumlah titik kerawanan seperti tempat wisata, pusat perbelanjaan, stasiun, terminal, pelabuhan, bandara, dan lainnya, untuk mengantisipasi tindak kejahatan.
“Kami sudah melakukan Apel Gelar Pasukan Operasi Ramadniya, tanggal 30 Juni 2016 kemarin. Operasi Ramadniya dilaksanakan tanggal 30 Juni sampai 15 Juli mendatang. Ada 6.984 yang dikerahkan Polda Metro Jaya untuk melakukan pengamanan,” ujar Awi, Sabtu (2/6).
Polda Metro Jaya dan polres membangun 14 pos. Kemudian, ada 88 pos pengamanan di sejumlah titik, 27 pos pelayanan terdiri dari pos polisi dan pos pelayanan masyarakat, misalnya bengkel kendaraan bermotor, produk minuman dan makanan.
“Kami juga bangun pos check point, kita gelar di Kalimalang sampai Kedung Waringin. Gunanya, untuk istirahat pemudik yang menggunakan sepeda motor, dikumpulkan, kemudian kami kawal sampai perbatasan,” ungkapnya.
Awi menyampaikan, selain pengamanan operasi khusus Ramadniya, Polda Metro Jaya juga menggelar operasi rutin. Pertama, operasi khusus yang langsung melakukan pengamanan puasa, Lebaran, arus mudik, dan arus balik. Kedua, peningkatan kegiatan rutin kepolisian untuk mengantisipasi pencurian rumah kosong, tindak kejahatan pencopetan, pencurian dengan kekerasan, pencurian kendaraan bermotor dan lainnya.
Ia menyampaikan, peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk melakukan pengamanan. “Diimbau kepada masyarakat yang mudik untuk melapor ke tetangga, RT/RW, sekuriti, kemudian diteruskan ke polsek agar dilakukan patroli,” paparnya.