RENUNGAN

DIMANA KITA BERADA CIPTAKAN KAMPUNG SPIRITUAL – bag- keempat

HARIANTERBIT.CO – Kalian lihat, seperti di India lebih mudah karena cuaca di sana hangat dan kebutuhan orang sangat, sangat sedikit. Mereka hidup sangat dekat dengan alam. Mereka tidak membanding-bandingkan. Mereka tidak memiliki tetangga untuk dipandang, misalnya orang kaya atau hal seperti itu.

Kebanyakan sama. Bahkan orang kaya di India tidak terlihat sangat glamor seperti di Amerika atau tempat lain. Ketika saya dulu berada di India, saya kenal beberapa dokter, tapi rumah mereka hanya ada barang-barang yang diperlukan saja. Klinik mereka, kalian masuk dan kalian mungkin melihat satu atau dua bangku kayu.

Dan di malam hari, mereka menaruh lembaran kayu, besar dan tebal seperti ini, di atasnya. Kemudian mereka tidur di atas itu. Itu menjadi tempat tidur. Klinik-klinik di sana seperti itu, dan hanya ada satu lemari.

Di dalamnya terdapat beberapa aspirin atau sesuatu yang saya bahkan dapat menanganinya sendiri, klinik swalayan. (Guru dan semua tertawa) Mereka juga tidak menghasilkan banyak uang karena kebanyakan pasien mereka sangat miskin.

Beberapa dokter lain yang saya kenal, satu keluarga, sang istri adalah seorang dokter dan sang suami adalah pengacara, tapi rumah mereka juga nyaris tidak ada apa-apa dibandingkan dengan rumah kalian.

Jadi, orang kaya di India tidak membuat orang miskin lainnya merasa sangat iri. Hidup mereka sedikit simpel, puas dengan apa pun yang mereka miliki.

Jadi, jika mereka memiliki kampung spiritual bersama, mereka juga hanya memiliki barang-barang yang diperlukan saja, gaya hidup yang sangat simpel. Iklimnya juga panas, mereka tidak memerlukan apa pun.

Mereka hanya memerlukan beberapa chapati untuk dimakan, dan kemudian mereka bermeditasi. Mereka minum air dari sungai atau menggali sumur bersama, dan mereka menanam padi.

Beberapa komunitas spiritual di India menanam makanan mereka sendiri karena mereka percaya makanan di luar sangat tercemar. Mereka lebih suka menanam gandum, beras, buah-buahan mereka sendiri. Itu mengasyikkan.

Kedengarannya sangat romantis. Tapi, saya tak tahu apakah kalian, perumah-tangga yang terbiasa dengan kemewahan seperti dalam standar Amerika, akan dapat bertahan di sana sangat lama.

Sebagian dari kalian bisa, tapi tidak semua. Selain itu, keluarga kalian akan menentang, teman-teman kalian akan membuat masalah, dan pemerintah akan membuat masalah bagi sang guru, dsb. Reaksi berantai.

Gagasan tentang kampung spiritual, saya pikir kita sebaiknya melupakannya untuk sementara waktu. Jika itu terlaksana, itu terlaksana. (bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *