KISRUH

AHOK TEGAS,BERANI SINGKIRKAN FPI PATUT DITIRU

HARIANTERBIT.CO – Ketegasan tentu ditambah keberanian modal utama menghadapi aksi radikalisme.  Ungkap KH. Wahid Maryanto, pada acara “Ngopi Bareng Gus Nuril” yang diselenggarakan Pondok Pesantren Abdurrahman Wahid Soko Tunggal, belum lama ini mencontohkan gaya kepimpinan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat melawan FPI. “Ahok berani dan tegas. Buktinya FPI nyingkir tuh. Ya memang musti gitu,” tandasnya.

Kemudian Wahid menambahkan, dirinya mencontohkan Ahok bukan berarti dirinya mendukung Ahok. Hanya ketegasannya saja yang patut di contoh.

“Saya bukan dukung Ahok lo. Saya juga gak suka sama mulutnya yang kasar dan ngomong asak ke luar saja,” kata Wahid yang disambut riah peserta yang memadari tempat acara ngopi bareng dilaksanakan pada Kamis (17/3) malam.

Wahid pun menjelaskan, bahwa hal lainnya yang menyebabkan munculnya paham radikalisme adalah, peninggalan orde-orde sebelumnya yang dibiarkan tumbuh dan berkembang, terus belumnya kita menerapkan UUD 45 Dan Pancasila dengan benar.

Kemudian pemahaman ajaran Islam yang salah, kesenjangan ekonomi dan lainnya. Di mana pada intinya, timbulnya radikalisme sangat komplek dan hal ini biasa terjadi di negara-negara sedang berkembang.

Hal serupa juga dikatakan pengamat masalah-masalah sosial dan ekonomi, Ferdinand. Menurutnya yang paling menempel dan munculnya paham radikalisme adalah kesalahpemahaman tentang agama dan Pancasila.

“Ini sudah menjadi hal yang sangat keliru bila memenggal kepala orang, merusak dan membunuh dianggap sebuah kebaikan ini,” tegasnya.

Semua itu sama sekali tidak benar. Menurut Ferdinand, semua agama selalu mengajarkan kebaik. Dan tidak agama yang mengajarkan memenggal kepala, membunuh dan merusak, adalah suatu kebaikan. “Jika ada, jelas orang itu tak waras,” katanya.

Kemudian, lanjut Ferdinand, Pemerintah juga harus tegas. “Jangan diam aja jika melihat orang yang dianggap tokoh agama, tokoh masyarakat atau tokoh lainnya mengajar, tapi ajarannya kejahatan,” katanya lagi.

“Intinya, saya banyak melihat penyebab munculnya paham radikalisme. Bisa dari agama, kecemburuan sosial, kesalahan negara dalam tata cara mengelola sumber daya, kecemburuan sosial dan lainnya. Saran saya cuma satu yang mesti dilawan adalah kesesatan. Apa pun yang sesat musti ditindak tegas,” tutup Ferdinand.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *