BISNIS

NARKOBA DAN WANITA IMPOR DI MALIOBORO DAN ALEXIS

HARIANTERBIT.CO – Haji Lulung, anggota DPRD dari Fraksi PPP terus mengkritik Ahok, gubernur DKI, karena tak berani menindak tempat hiburan malam Malioboro Jl. Gajahmada, Alexis Jl. RE Martadinata dan Shumo di Kelapa Gading. “Disitu juga ada pelacuran dan narkoba, jangan cuma Kalijodo yang digusur,” tandas Lulung.

Menurut Lulung, Ahok harus fair untuk menertibkan semua lokalisasi prostitusi yang ada di Jakarta.

“Kalau mau menertibkan itu harusnya adil dong dengan steakholder yang lainnya,” ujar Lulung.

Steakholder yang dimaksud Lulung adalah lokalisasi prostitusi berkedok hotel mewah yang sejatinya menjamur ada di tengah kota.

“Seperti Hotel Alexis itu memang izinnya apa? Bikin izin untuk griya sehat kan, buktinya pelacur segala model ada disana. Malioboro dan Shumo juga, bagaimana itu,” ungkap Lulung.

Menanggapi hal tudingan Lulung, gubernur DKI menepis, kalau yang namanya prostitusi atau perzinahan tak hanya terjadi di hotel atau dua tempat itu, namun di perumahan juga bisa terjadi.

Sementara itu, kabar didapat di tiga tempat hiburan malam itu tak hanya men yediakan wanita penghibur dari dalam negeri tapi juga sediakan wanita impor baik dari China dan Thailand.

Tak hanya wanita impor tapi juga masih ada penjualan narkoba secara sembunyi dan sangat rahasia, kecuali orang yang sudah sangat dikenalnya baru dilayani. Kebenaran peredaran narkoba, belum dapat dikonfirmasi karena pemilik Malioboro dan Shumo serta Alexis masih berada di luar kota, merayakan imlek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *