KISRUH

ORMAS TAK AKUI PANCASILA HARUS DILIBAS

HARIANTERBIT.CO – Cak Maksum, Alumni Santri Tebuireng menegaskan, pemerintah harus tegas menyikapi ormas yang tak mengakui dasar negara kita Pancasila. “Itu jelas keluar dari rel, harus dilibas,” ungkapnya kepada HARIANTERBIT, Sabtu(13/2)

Pemerintah jangan ragu apalagi takut menindak paham atau ajaran agama yang menyimpang dari ajaran agama yang berlaku di Indonesia. “Indonesia punya aturan dan budaya sendiri, gotong royong dan welas asih ” tandasnya.

Cak Maksum menegaskan, toleransi beragama itu ada sisi plus minusnya. Nah, hal seperti ini yang seharusnya dipilah. Tapi jika sudah intoleransi seperti HTI, tidak bisa dibiarkan dan harus ditindak tegas.

Ada baiknya, polisi dan lembaga terkait memantau ketat paham agama yang diluar konteks. “Jika Ormas itu tidak melakukan pelanggaran hukum atau tindak pidana, polisi cukup memantau dan membimbingnya. Tapi jika sudah melanggar, ya harus ditindak. Ini berlaku ormas mana pun bukan HTI saja,” tandasnya.

Seperti diketahui, HTI sudah secara terang-terangan memproklamirkan bahwa tidak menganut azas Pancasila. Hal ini diketahui saat di ramaikan media sosial dan pesan berantai beredar.

Di mana foto Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto sedang berpidato dalam acara “Silaturahmi Tokoh dan Peresmian Kantor DPD II HTI pada Senin, 8 Februari 2016.

Setelah sontak dikecam pelbagai kalangan karena HTI adalah organisasi yang didirikan di Yerusalem pada 1953 dan hendak mendirikan Khilafah Islamiyah. Organisasi ini, misalnya, menolak Pancasila sebagai asas tunggal dalam Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan sebagai asas wajib organisasi di Indonesia.

Bima Arya yang mendapat banyak kecaman mengakui hadir dalam peresmian kantor HTI itu. Ia memuji kemandirian HTI di Kota Bogor hingga bisa punya kantor sendiri di Jalan Raya K.S. Tubun 19, Warung Jambu, Bogor Utara.

“Saya sampaikan perbedaan pendapat saya mengenai konsep Khilafah. Bagi saya, Negara Kesatuan Republik Indonesia harga mati,” bantahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *