POLRI

KAPOLDA: PERLU CARI AKAR MASALAH KONFLIK WARGA

HARIANTERBIT.CO – Kepala Kepolisian Daerah Lampung Brigjen Ike Edwin menyatakan pihaknya perlu mencari akar permasalahan yang selalu menjadi penyebab terjadi konflik sosial atau horizontal di daerah Lampung, agar selanjutnya dapat diantisipasi dan ketemu solusinya.

“Pemicu pertikaian sangat mudah untuk diselesaikan, namun akar masalahnya itulah yang bisa menjadikan begitu mudah masyarakat kita tersulut dengan persoalan-persoalan kecil,” katanya, di Bandarlampung, Sabtu.

Menurut dia, pihaknya masih terus menggali persoalan-persoalan itu agar diketahui akar masalah untuk mendapatkan solusinya, sehingga ke depan tidak lagi terjadi kerusuhan atau konflik di tengah masyarakat.

Kapolda mencontohkan kasus bentrokan antarwarga di Kabupaten Lampung Utara beberapa waktu lalu, pemicunya memang karena kasus pembunuhan seorang pelajar setempat. Namun, secara keseluruhan itu hanya pemicunya saja sedangkan akar permasalahannya masih ada lagi, ujarnya pula.

“Mudah kalau mengatasi pemicunya, ada konflik datangkan saja Brimob atau aparat kepolisian lainnya akan selesai, namun itu tidak memastikan ke depan tidak muncul konflik lain lagi,” kata dia.

Ike menyebut istilah fenomena gunung es, yaitu dipangkas sisi atas masih akan terus tumbuh di bawah lebih besar lagi, karena akar atau induk persoalan masih berada di bawahnya sehingga akan terus muncul.

Karena itulah, Kapolda itu melanjutkan, akan segera mengumpulkan tokoh masyarakat adat dan ahli kebudayaan untuk membahas persoalan yang terjadi di sejumlah daerah di Lampung, sehingga permasalahan itu dapat segera diatasi.

Ia mengatakan lebih lanjut, upaya mengantisipasi konflik tersebut perlu ditindaklanjuti dengan mengoptimalkan peran kepala desa, Babinsa, dan Babinkamtibmas untuk mengatasi permasalahan sedini mungkin.

“Seperti halnya konflik yang terjadi di Lampung Selatan memang kelihatannya tenang, tapi itu menghanyutkan,” katanya.

Apalagi, kata Kapolda, kondisi perpolitikan juga turut menghangatkan konflik terus berkembang di Lampung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *