KASUS

KUNTILANAK SETU KEJAR PEJABAT YANG JUAL TANAH KUBURAN

HARIANTERBIT.CO – Boleh percaya boleh tidak, tapi kabar adanya kuntilanak gentayangan terekam di hp (handphone) sempat gemparkan warga Kampung Cikedokan, RT02/01, Desa Cibening, Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, baru-baru ini. Foto heboh kuntilanak tersebut di potret bocah perempuan Naya berumur 3 tahun, anak dari Kardi.

Anak kedua pasangan Kardi dan Yanti, pada 26 Januari 2016, sekitar pukul 07.00 pagi memegang handphone ayahnya dan memainkannya. Naya yang belum mengerti, memotret sesuskanya disekeliling halaman rumah. Setelah beberapa saat memainkan handphone, Kardi terkaget ketika mendapat gallery foto di handphone merek Samsung Galaxy yang dimainkan anaknya itu ada empat foto berupa hantu wanita “kuntilanak”. Gemparlah desa Setu.

Dari terawangan sesepuh di kawasan Setu, Engkong Imung,52, tak menutup kemungkinan kuntilanak berambut sebahu yang terekam dalam foto sedang mencari sejumlah pejabat yang mencaplok lahan kuburan. Lahan hektaran itu sebagai penyerahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Perumahan Bekasi Timur Regency (BTR), Cimuning, Mustika Jaya, dari sejumlah pengembang kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat, namun diselewengkan alias dijual duitnya untuk foya-foya dan nyawer.

LAHAN

Ketika Kejari Bekasi dijabat Enen Saribanon telah menetapkan 3 orang tersangka, yakni Camat Bantargebang, Nurtani, Lurah Sumur Batu, Sumiati, dan staf Bagian Pertanahan Kota Bekasi, GS yang saat ini sudah menjadi target daftar pencarian orang (DPO) pihak kejaksaan dan kepolisian resort metro kota Bekasi,hingga detik ini belum ada diketahui keberadaan tersangka GS.

Ketiga tersangka itu diduga telah melakukan penjualan lahan TPU seluas 1,1 hektar yang diserahkan pihak pengembang hingga mengakibatkan Negara rugi hingga 12 miliar rupiah. Akibat perbuatan tersebut, para tersangka didakwa melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 UU No 20 tahun 2001sebagaimana dirubah dalam UU No 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Hasil foto Naya itu terlihat dari sisi kanan wajah “kuntilanak”, begitu pula foto lainnya,sedangkan dua foto yang tidak begitu fokus terlihat bagian bawah gaun panjang berwarna putih sedangkan yang lainnya terlihat kemerahan yang diduga dari cahaya matahari. Hasil foto Naya itu membuat gempar kampung Cikedokan dan masih banyak yang penasaran dengan mendatangi rumah Kardi hanya sekedar untuk melihat foto di handphone tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *