PERISTIWA

TEBAR BENIH NEGATIF,DOSEN DIKURUNG KAYAK BURUNG

HARIANTERBIT.CO – Sama-sama menebar, kenapa tak menebar benih positif yang bermanfaat bagi orang banyak. Seorang akademisi Yulian Paonganan, harus mempertanggung jawabkan ulahnya karena iseng menebar kebencian lewat gambar-gambar yang direkayasa. Kini dosen itu terkurung bui, karena menebar benih negatif.

Pemilik akun Twitter @ypaonganan, yang akrab disapa Ongen kini hanya berharap belas kasih polisi untuk tidak meneruskan perkaranya. Ditangkapnya dosen sebuah perguruan tinggi itu sebagai pelajaran berharga buat semua yang doyan share di FB (facebook).

Seorang pemilik akun di FB dalam komentarnya mengatakan, seharusnya sebagai seorang intelektual Ongen tak berbuat seperti anak-anak SMA. “Semua karena ulah diri sendiri, bukan karena orang lain,” kata Kurnia.

Diciduknya Ongen muncul cuitan pro-kontra dan hal ini adalah wajar, karena perbedaan pendapat itu merupakan hak sesama. Namun hukum harus tegak. Ada yang mengatakan Ongen dianggap dikriminalisasi karena kicauannya keras dan kritis terhadap pemerintah. Tapi ada yang menyusukuri. “Biar kapok itu ulah tak mendidik,” kicaunya.

Sebelum Ongen ditangkap Bareskrim untuk diperiksa, sekelompok netizen yang terganggu dengan cuitannya mendesak Polri menangkap penyebar foto Presiden Jokowi dan artis Nikita Mirzani itu. Muncul pula sebuah petisi online tangkap Ongen.

Yulian yang karib disapa Ongen telah ditetapkan sebagai tersangka terkait penyebaran kata-kata tak pantas terkait Presiden Joko Widodo lewat akun twitternya. Ia dijerat Pasal 4 Ayat (1) huruf a dan huruf e juncto Pasal 29 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman pidana minimal enam bulan dan paling lama satu tahun serta denda paling sedikit Rp250 juta dan maksimal Rp6 miliar.

Yulian yang berprofesi sebagai dosen itu bakal dijerat Pasal 27 ayat (1) juncto Pasal 45 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *