KISRUH

ANGGOTA MKD ITU BUNGKUSNYA, ISINYA YANG……

HARIANTERBIT.CO – Diatas langit masih ada langit. Anggota Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menunjukkan kekuasaannya pada seluruh rakyat Indonesia lewat layar kaca. Padahal Tuhan lebih berkuasa dari mereka yang menggunakan baju kebesaran warna merah putih. Mereka disebut yang mulai, tapi hanya bungkusnya, tapi isinya yang terhina.

Melihat ulah para wakil rakyat yang mengenakan jubah kebesaran merah putih dengan keangkuhan, Netizen, ramai-ramai mengkritik sikap Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), Kahar Muzakir yang membela Ketua DPR Setya Novanto saat sidang etik agenda pemeriksaaan saksi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan.

Pada akhirnya kita tidak bisa menilai pemimpin berdasarkan tampilan luar. Tidak bisa menilai dari ras dan agama yang dianutnya. Nilai pemimpin terletak dari apa yang sudah diperjuangkan untuk rakyat.

Kritikan pertama datang dari akun twitter @R_evolusioner yang meluapkan kekesalannya. Dia berkicau agar Kahar tidak memihak kepada siapapun. Apalagi, di tengah sidang, Kahar mengemukakan pendapat pribadinya yang dinilai memojokkan Sudirman Said selaku pengadu.

“Yang mulia Kahar Muzakir terlihat sekali anda memihak kepada ketua DPR. Seharusnya anda netral dan tidak memihak kepada siapapun” kicaunya, Senin (14/12).

Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia dan menjemukan bila Anda hanya menguras pikiran untuk mengurus bungkusnya saja dan mengabaikan isinya. Bedakanlah apa itu “BUNGKUS” dan apa itu “ISI”.

“Kemegahan baju toga dan jabatan” hanya bungkusnya
“Kepribadian dan Hati” itu isinya.

“Bicara dan banyak janji” itu hanya bungkusnya,
“Kenyataan” itu isinya.

“Kitab suci” hanya bungkusnya;
“Pengetahuan dan memaknai ” itu isinya.

“Jabatan” hanya bungkusnya,
“Pengabdian dan pelayanan” itu isinya.

“Pergi ke tempat ibadah” itu bungkusnya,
“Melakukan Ajaran Agama” itu isinya.

Terpisah, Jenderal Gatot Nurmantyo, Panglima TNI, mengatakan Indonesia saat ini telah dirusak oleh para politikus yang dikendalikan negara asing. Politikus ini telah menodai semangat nasionalisme di Indonesia.

” Masyarakat sekarang tak miliki budaya sopan santun seperti yang telah diwariskan turun temurun. Budaya saling menghargai dan menghormati diganti dengan budaya baru yang sangat berbeda,” ujar Gatot dalam seminar nasional bela negara di Hotel Sheraton Makassar belum lama ini.

Panglima sangat mengapresiasi kegiatan bela negara ini. IARMI punya semangat untuk mengembalikan semangat budaya bangsa Indonesia. Semangat bela negara itu harus diwujudkan guna menagkal para politisi politisi busuk yang mencoba merusak Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *