KISRUH

RUHUT: S. NOVANTO TINGGAL MENUNGGU HARI

HARIANTERBIT.CO – Pasal tentang pemufakatan jahat bakal diterapkan oleh jaksa. Setya Novanto terus jadi sorotan, ditambah polah si Kahar yang membela bosnya dengan menggebrak meja, seakan menunjukan dialah preman Senayan yang dikagumi. Tapi, justri sebaliknya masyarakat pun melihat tak ada inteleknya sebagai wakil rakyat dari partai berlambang Beringin.

Sorotan nylekit pun dilontarkan mitra dekatnya Ruhut Sitompul dari Partai Demokrat, dengan nada khasnya Ruhut minta Setya Novanto segera mundur dan meminta maaf. “Tinggal menghitung hariiiii…,” ujarnya sambil didendangkan.

Guru Besar Hukum Acara Pidana Universitas Soedirman, Prof Hibnu Nugroho menyebutkan pemufakatan jahat berkaitan dengan kasus-kasus besar. Langkah Kejagung dengan memulai penyelidikan adalah langkah bagus, tetapi perlu lebih jauh untuk menemukan bukti-bukti.

Kasus ‘papa minta saham’ sebuah pemufakatan besar, hal tersebut masuk masuk masuk korupsi, bisa masuk kejahatan yang lain. Mana yang kena dari bukti ini. Jadi masih banyak dimungkinkan, tidak hanya korupsi dalam arti korupsi lihat saja KUHP.

Anggota MKD dari Fraksi Nasdem Akbar Faizal mempertanyakan sikap sejumlah anggota MKD yang kembali mempersoalkan hasil rapat sebelumnya. “Saya kadang-kadang bingung ya, padahal kita sudah sepakat. Saya tidak mau terjebak pada hal-hal yang bersifat administratif,” kata Akbar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *